Apakah SPF dalam Lip Balm itu Penting?

Bibir merupakan area kulit yang sangat sensitif dan lebih mudah mengalami kerusakan dibandingkan bagian kulit lainnya. Karena tidak memiliki kelenjar minyak alami, bibir lebih rentan mengalami kekeringan, pecah-pecah, mengelupas, hingga terasa perih akibat paparan sinar ultraviolet (UV). Paparan sinar matahari secara terus-menerus dapat merusak sel kulit bibir dan membuat bibir tampak kusam serta kehilangan kelembapannya. Oleh karena itu, penggunaan lip balm tidak hanya penting untuk menjaga kelembapan, tetapi juga untuk membantu melindungi bibir dari bahaya sinar UV.

Saat ini, lip balm dengan kandungan SPF semakin diminati karena mampu memberikan manfaat ganda, yaitu melembapkan sekaligus melindungi bibir dari paparan sinar UVA dan UVB. Umumnya, formulasi lip balm memiliki nilai SPF pada rentang 15–30 yang dapat membantu memberikan perlindungan harian pada bibir. Kandungan alami seperti beeswax dan minyak kelapa juga banyak digunakan karena mampu membantu menjaga kelembapan serta membentuk lapisan pelindung alami pada permukaan bibir. Agar perlindungan UV lebih optimal, formulasi lip balm modern sering dipadukan dengan bahan SPF fisik seperti zinc oxide dan titanium dioxide yang dikenal aman, nyaman digunakan, dan memiliki perlindungan spektrum luas. Penelitian juga menunjukkan bahwa penambahan zinc oxide dalam lip balm berbasis beeswax dan minyak kelapa mampu meningkatkan perlindungan UV tanpa mengurangi kemampuan produk dalam melembapkan bibir.

Selain itu, berbagai bahan alami kaya antioksidan juga mulai banyak dimanfaatkan dalam formulasi lip balm. Ekstrak daun pucuk merah (Syzygium myrtifolium Walp.) misalnya, diketahui dapat diformulasikan pada konsentrasi 5%, 7%, hingga 10% dan mampu membantu meningkatkan kelembapan bibir setelah pemakaian. Ekstrak ini juga memiliki nilai SPF dengan kategori proteksi ultra pada konsentrasi 3%, 5%, 7%, dan 10%. Tidak hanya itu, ekstrak daun mangga (Mangifera indica L.) juga menunjukkan potensi perlindungan UV yang tinggi dengan nilai SPF sebesar 3,57; 14,82; hingga 37,10. Pada konsentrasi 10.000 ppm, ekstrak daun mangga bahkan termasuk dalam kategori proteksi level tinggi dengan karakteristik formulasi yang stabil dan nyaman digunakan pada bibir.

Perkembangan inovasi ini menunjukkan bahwa lip balm modern kini tidak hanya berfungsi sebagai pelembap, tetapi juga sebagai perlindungan ekstra untuk menjaga kesehatan bibir dari paparan sinar matahari dan radikal bebas. Dengan kombinasi bahan alami dan teknologi SPF, lip balm dapat menjadi solusi praktis untuk membantu menjaga bibir tetap lembap, sehat, dan terlindungi setiap hari.

 


Referensi :

Amelia, A. dan Nahda, N., 2025, Pengaruh SPF terhadap Stabilitas dan Efektivitas Lip Balm Alami dari BEESWAX dan Minyak Kelapa, OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi Dan Kesehatan, 3(5), 144–152. https://doi.org/10.61132/obat.v3i5.1634

Cahyani, S., Hashim, S.H.R., dan Pramastyani, E.D., 2024, Formulasi Lip balm dan Penetapan SPF (Sun Protection Factor) Ekstrak Daun Mangga, Majalah Farmasetika, 9(2), 140-152, https://doi.org/10.24198/mfarmasetika.v9i2.50148

Dalimunthe, G.I., Lubis, M.S., Safitri, N., dan Yuniarti, R., 2025, Evaluation of Physical Quality, Moisture Test, and Potential Activity of Lip Balm Sunscreen from Ethanol Extract of Red Shoot Leaves (Syzygium myrtifoliumWalp.), JPS, 8(4), 2262-2275,  https://doi.org/10.36490/journal-jps.com

Latifah, A., Lukman, H., Nadira, and Lukman H., 2025, SPF Determination of Carrot Extract-Based Sunscreen Lip Balm Using UV-Vis Spectrophotometry Method, J Pharm & Sci, 8(2), 279-286, https://doi.org/10.36341/jops.v8i2.6184